FINANCIAL COLUMN
Make More Profit in Your Business
Rabu, 16 November 2011 14.28 WIB
Good Budget Determine Small Business Success
Sabtu, 13 Agustus 2011 18.30 WIB
Basic Steps for Starting a Business
Senin, 27 Juni 2011 20.14 WIB
Audit Manajemen dan Karakteristiknya
Kamis, 24 Februari 2011 15.30 WIB
Cara Mudah Membuat Budget
Selasa, 08 Februari 2011 16.20 WIB
1 2 3 >  Last ›
Susan Meliana
Dampak Bencana Alam Terhadap Kehidupan Perekonomian
Minggu, 16 Januari 2011 09.40 WIB

(Vibizmanagement - Finance) - Siapa bilang alam tidak berpengaruh terhadap perekonomian!


Sama seperti investasi yang memiliki multiflier effect, begitu juga dengan alam , dia memiliki pengaruh dan dampak yang sangat luar biasa terhadap semua segi kehidupan manusia termasuk perekonomian.


Bencana alam adalah merupakan salah satu resiko yang tidak dapat diduga kejadiannya, tidak dapat dihindari, tapi dapat dikurangi dampak kerugian yang disebabkan oleh bencana itu, dengan adanya kebijakan penanggulangan bencana yang tepat.


Belakangan ini perubahan cuaca yang cukup ekstrem yang disertai dengan datangnya bencana alam diberbagai belahan dunia seperti banjir di Brisbane di Australia yang meluluhlantahkan kehidupan satu kota, bencana gunung meletus di Yogyakarta dan gunung bromo, banjir bandang di Wasior,  cuaca dingin yang ekstrem di Eropa , banjir di Brazil yang merenggut ratusan nyawa, banjir di Srilangka sehingga jutaan orang terlantar, dan masih banyak lagi , menimbulkan masalah yang cukup kompleks,  tidak hanya   mempengaruhi kehidupan sosial tapi juga mempengaruhi kegiatan perekonomian yang ada.  Mulai dari kenaikan harga , terjadinya inflasi ,bahkan jika tidak ada penanganan yang tepat, akan bisa menyebabkan krisis ekonomi global.


Kita ambil satu contoh yaitu  bencana cuaca dingin di Eropa yang sempat membuat lumpuh perekonomian yang ada,  saat itu banyak perusahaan transportasi yang merugi, hampir 2000 penerbangan dibatalkan, transportasi darat tidak dapat berjalan karena ketebalan salju mencapai 63,5 cm dan masih banyak lagi, nyaris semua kegiatan terhenti , karena orang tidak bisa keluar rumah. Bencana ini tidak hanya mempengaruhi perekonomian negara- negara di Eropa,  tapi juga diperkirakan sebagai salah satu pemicu naiknya harga minyak mentah dunia , yang hingga sampai saat ini mencapai $ 100 / barrel atau sekitar Rp. 8.900,- / liter.


Hal ini tidak hanya mempengaruhi perekonomian di Eropa, tapi juga perekonomian didalam negeri, kenaikan harga minyak mentah berpengaruh dengan terjadinya kenaikan harga bahan bakar, dan tentunya ini akan memicu  kenaikan harga barang , karena biaya transportasi akan naik, serta biaya produksi barang yang menggunakan bahan bakar didalam pengolahannya akan naik pula. Tentunya ini akan membuat pengusaha serta penjual akan menaikan harga barang yang dihasilkannya.  Tidak hanya itu, pasokan komoditas yang terbatas juga akan dapat mendorong terjadinya kenaikan harga- harga barang. Pasokan yang terbatas ini juga merupakan  imbas dari bencana  dan cuaca buruk yang terjadi  dan membuat hasil dari komoditas pangan menurun. Seperti bencana gunung merapi yang tidak hanya menghancurkan lahan pertanian pada saat terjadinya letusan tapi bencana pasca letusan yaitu bencana banjir lahar dingin, yang membuat tanah pertanian sekitar lereng merapi mengeras. Hujan yang tidak menentu diberbagai daerah meyebabkan hasil panen banyak yg gagal, sawah yang siap dituai banyak mengalami fuso. Contoh salah satu bahan pangan yang mengalami kenaikan harga  yang sangat spektakuler  adalah cabai, yang bisa menembus harga Rp 85.000,- per kilo. Bahkan tidak hanya itu berdasarkan survey yang ada produksi ayam dalam negeripun mengalami penurunan yang cukup drastis. Pasokan ikan yg terbatas, karena cuaca buruk membuat nelayan tidak bisa melaut, akibatnya harga ikan melambung, seperti nelayan didaerah pantai selatan dan utara di jawa barat, shg ikan menjadi barang langka didaerah bandung dan harganya menjadi selangit.


Jika harga komoditas pangan dan energi terus naik ditambah tentunya akan memicu terjadinya inflasi, sedangkan daya beli masyarakat tidak bertambah,  akibatnya akan timbul permasalahan yang berikutnya yaitu kemungkinan akan banyak perusahaan yang menggunakan bahan bakar untuk produksinya, akan gulung tikar, dikarenakan tidak mampu lagi membiayai produksinya . Dan kita bisa tebak selanjutnya apa yang akan terjadi, yaitu tingkat penggangguran akan meningkat. Jika ini terus berlanjut , maka bisa terjadi hal yang lebih buruk yaitu suatu krisis ekonomi.


Karena itu perlu penerapan kebijakan yang tepat dari pemerintah untuk menekan tingkat inflasi yang ada, dan kerjasama berbagai pihak didalam mengatasi dampak dari bencana alam yang terjadi.  Kita tidak dapat menebak datangnya bencana, dan seberapa besar dampak yang ditimbulkannya, tapi tidak ada salahnya mengambil tindakan preventif melalui kebijakan- kebijakan yang ada untuk mengurangi dampak kerugian yang ditimbulkan bencana tersebut.  Tapi dari semua itu harapan dan doa kita bersama adalah keadaan boleh semakin membaik, tidak ada lagi bencana yang melanda negeri dan dunia ini lagi.


(SM/IC/vbm)

Bookmark and Share
Berita Terkait :


COMMENT
LEAVE A COMMENT

       
Nama * :  
Email * : (tidak ditampilkan)
Website : (tanpa http:// )
Comment :  
Code * :  
     
     
Journal Column Experts
News Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
Journal Column Experts
News Journal Column Experts
News Journal Column Experts
Journal Column Experts